Kurikulum Internasional Membuka Pandangan Siswa

6059224576_8d3f7f9ff9_b

Beberapa sekolah di Indonesia memilih menerapkan kurikulum internasional di samping menggunakan kurikulum nasional yang berlaku. Tujuannya tentu bukan sekadar keren-kerenan. Sebab kurikulum internasional, seperti Cambridge International and level justru menjadi pelengkap proses pembelajaran siswa di sekolah.

Terdapat 192 sekolah di Tanah Air yang saat ini menerapkan Kurikulum Cambridge International AS and A Level. Menurut Senior Manager Cambridge International Examinations for Indonesia, Dianindah Apriyani, poin penting dalam kurikulum tersebut adalah dalam hal membuka pandangan siswa terhadap dunia.

“Kurikulum internasional menjadi pelengkap karena Indonesia juga memiliki kurikulum yang baik. Yang paling melengkapi di sini adalah cara pandang dunia internasional,” ujarnya dalam sesi media briefing di Senayan City, Jakarta, belum lama ini.

Cambridge International AS and A Level, kata dia, sama sekali tak menghilangkan nasionalisme siswa. Pasalnya, mata pelajaran, seperti PKN, agama, dan sebagainya tetap diajarkan dengan kurikulum nasional.

Regional Director for Southeast Asia and Pasific Cambridge International Examinations, Ben Schmidt, menambahkan bahwa pembelajaran menggunakan Kurikulum Cambridge International AS and A Level mengajarkan siswa untuk berpikir kritis dan melatih mereka menghadapi dunia supaya bisa sukses. Upaya tersebut juga memperoleh dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

“Kami bersama kementerian ingin supaya kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik. Bersama Kemdikbud kami juga melakukan seminar mengenai kurikulum, penilaian, dan pedagogi,” tuturnya. (ira)